Iman & Penderitaan

“Life is much more beyond logic." - Walter Hansen

"Seringkali saat kita menghadapi situsai yang sukar, baru kita menyadari betapa kuasa Salib itu berbicara dengan kuat pada kita. Bilur-bilur Kristuslah yang menjadi pengesahan kuasa salib itu. Dunia menghinanya tapi kita mempunyai jaminan bahwa kita mempeoleh kasihNya melalui bilur-bilurNya."  - D. A. Carson dalam "How Long, O Lord?“


"Bagi kita sendiri menderita tidaklah baik. Tapi sewaktu kita melihatnya antara Tuhan dan kita, penderitaan itu mempunyai arti. Karena di atas kayu salib itu terjadi transaksi. Salib merupakan tempat dimana kuasaNya terjadi antara Tuhan dan kita."    - Joni Eareckson Tada dalam "When God Weeps: Why Our Sufferings Matter to the Almighty"


"Di dalam dunia yang penuh penderitaan ini, bagaimana mungkin seseorang dapat menyembah Tuhan yang kebal terhadap penderitaan itu? [...] Tapi setiap kali itu juga, saya membayangkan kepada satu sosok yang tersiksa tergantung di kayu salib di mana tangan dan kakiNya dipaku, punggungNya robek, anggota tubuhNya terenggang kuat, darah mengalir di kepalaNya karena mahkota duri, mulutNya kering karena haus, dilupakan Tuhan. Itulah Tuhan bagi saya! Ia meninggalkan semua otoritasnya terhadap kesakitan. Ia masuk dalam dunia kita darah dan daging, airmata dan kematian. Ia menderita untuk kita. Penderitaan kita dapat dihadapi dalam terangNya. Sekalipun masih banyak tanda tanya terhadap penderitaan manusia, tapi di balik semua itu kita mempunyai tanda lain yaitu salib yang melambangkan penderitaan ilahi.  - John R.W. Stott dalam "The Cross of Christ"


Alkitab menegaskan bahwa adanya penderitaan adalah karena dosa, tetapi ada juga penderitaan bukan karena dosa, tapi, “supaya kemuliaan Allah dinyatakan” (Yoh.9:1-3).

No comments:

Post a Comment